
Jakarta, 6 Februari 2025 – Pertemuan Steering Committee Meeting (SCM) pertama untuk Global Quality and Standards Programme (GQSP) Indonesia Phase 2 (2023-2026) sukses diselenggarakan dalam format hybrid di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Acara ini secara resmi dibuka oleh Bapak Budi Sulistiyo, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (DJPDSPKP), dengan dihadiri oleh 84 peserta dari KKP, Kementerian Perindustrian, Badan Standardisasi Nasional (BSN), asosiasi sektor swasta, dan mitra internasional.
Pertemuan ini dipimpin oleh Bapak Machmud, Sekretaris Ditjen PDSPKP, selaku National Project Coordinator (NPC) GQSP Indonesia Phase 2. Agenda utama mencakup evaluasi kemajuan program, penyelarasan kegiatan dengan prioritas nasional, serta peningkatan kerja sama untuk memperkuat daya saing sektor perikanan Indonesia.
Komitmen terhadap Penguatan Mutu dan Standar
H_ead of UNIDO Representative, Sub-Regional Office_ Indonesia, the Philippines, dan Timor Leste,Bapak Marco Kamiya, menegaskan kembali komitmen jangka panjang UNIDO dalam mendukung sektor perikanan Indonesia melalui GQSP. Ia menyoroti pencapaian program serta inisiatif yang sedang berjalan, termasuk pengembangan inisiatif seaweed for climate action programme dalam skema Green Climate Fund (GCF).
Head of Swiss Economic Cooperation and Development (SECO) Indonesia, Ibu Violette Ruppanner, mengapresiasi kemitraan yang kuat, transparansi, serta keselarasan program dengan prioritas pembangunan nasional. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan dana hibah secara optimal untuk meningkatkan keberlanjutan dan dampak ekonomi sektor perikanan, dengan tetap menyesuaikan dengan prioritas pemerintahan yang baru.
Arah Strategis untuk 2025 dan Masa Depan
Dalam sambutannya, Bapak Budi Sulistiyo menyampaikan tiga arah strategis utama program:
- Evaluasi dan Integrasi Program – Memperkuat program melalui pemantauan kemajuan serta menetapkan kriteria seleksi mitra untuk tahun 2025, guna memastikan kolaborasi UNIDO-KKP menjadi inisiatif yang terintegrasi.
- Prioritas Nasional & Daya Saing – Menyelaraskan kegiatan tahun 2025 dengan target nasional (ketahanan pangan, hilirisasi, MBG), serta meningkatkan daya saing komoditas utama (udang, bandeng, dan rumput laut) dengan memastikan kepatuhan terhadap standar internasional.
- Pengembangan Regulasi – Memformalkan inisiatif yang ada ke dalam naskah akademik sebagai dasar pengembangan regulasi, memastikan kepatuhan global, dan meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia.

Kemajuan dan Capaian
Laporan tahunan GQSP 2024 yang disampaikan oleh Bapak Sudari Pawiro (National Chief Technical Advisor - NCTA) dan Ibu Aniq Fadhillah (Chief Operations Officer - COO) menunjukkan perkembangan signifikan:
Outcome 1
- Penguatan BBPBAT Sukabumi dalam uji profisiensi
- Peningkatan kapasitas NMI/SNSU dan RPM
- Pelatihan bagi 800+ staf pemerintah terkait jaminan mutu perikanan
Outcome 2
- Pengembangan 13 pilot farm untuk udang, bandeng, dan rumput laut
- Peningkatan penjualan UMKM sebesar IDR 100 juta melalui intervensi pengolahan Ulva
- Pembentukan 174 kemitraan bisnis dalam rantai nilai
Outcome 3
- Peluncuran kurikulum berbasis industri untuk politeknik kelautan dan perikanan
- Investasi swasta sebesar USD 652.354 untuk mendukung implementasi program
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat integrasi program, pengembangan regulasi, serta keterlibatan sektor swasta guna memastikan keberhasilan GQSP Indonesia Phase 2 dalam mendukung penguatan sektor perikanan nasional.
