
Bapak Salil Dutt, Chief Technical Adviser, UNIDO Indonesia, dan Bapak Setia Diarta, Executive Secretary Direktorat Jenderal Agro-Industri, Kementerian Perindustrian, membuka webinar hibrid tersebut. Diskusi berharga mengenai Laporan Analisa Kepatuhan Standar (SCA) untuk Indonesia dipantik oleh presentasi laporan oleh Associate Industrial Development Expert, UNIDO, Bapak Nima Bahramalian dan panelis Analis Perdagangan, Kementerian Perdagangan Indonesia, Ibu Novi Hutami dan Ahli dari the Global Quality and Standard Programme (GQSP) Indonesia, Bapak Achmad Poernomo.Webinar ini merupakan lanjutan dari workshop validasi yang diselenggarakan GQSP Indonesia dan the United Nations Industrial Development (UNIDO) pada bulan November 2022.

Peraturan teknis dan standard semakin lazim dan terus berkembang di perdagangan internasional produk pangan dan non-pangan. UNIDO mencatat bahwa ada banyak negara berkembang kesulitan memenuhi persyaratan peraturan dan standar keamanan dan kualitas. Sehingga perlu dilakukan identifikasi kesulitan terbesar dalam memenuhi persyaratan tersebut. UNIDO secara konsisten mengumpulkan data kesulitan terkait perdagangan dan evolusinya, sehingga dapat menganalisa menggunakan Standard Compliance Analytics (SCA) tool.

UNIDO menyiapkan laporan SCA yang berisi analisa kecenderungan dan pola penolakan produk agri-food di pasar besar internasional: Australia, China, the European Union (EU), Jepang, dan Amerika Serikat. Laporan untuk Indonesia divalidasi dari masukan peserta workshop validasi dari Kementerian Perindustrian, Kementerikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Badan Standardisasi Nasional (BSN), Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) and Asosiasi Perikanan.
Laporan ini dipersiapkan oleh the Global Quality and Standards Programme (GQSP) dan didanai oleh Switzerland melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO). (AF/2023)

