
Jakarta, September 2025 Dalam beberapa tahun terakhir, sektor udang Indonesia menghadapi penurunan yang signifikan. Wabah penyakit, kontaminasi, serta harga yang tidak stabil telah menghambat produktivitas, sekaligus mengancam keberlangsungan industri dan mata pencaharian ribuan petambak yang bergantung padanya.
Untuk menjawab tantangan ini, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) melalui program Global Quality and Standards Programme (GQSP) Indonesia Phase 2 bekerja sama dengan Forum Udang Indonesia (FUI) dan Blueyou. Kolaborasi ini melahirkan sejumlah inisiatif yang bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas udang melalui penerapan praktik budidaya berkelanjutan.
Dua proyek utama muncul dari kerja sama ini, yaitu Traditional Plus Shrimp Farming (TPSF) dan Selva Shrimp, yang juga dikenal sebagai budidaya udang terintegrasi dengan ekosistem mangrove. Proyek percontohan di beberapa wilayah telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan petambak melaporkan peningkatan hasil panen serta kualitas udang yang lebih premium.
Menyadari pentingnya memperluas manfaat tersebut, UNIDO kini mengambil langkah untuk memperluas program ke tingkat nasional. Salah satu strategi kunci adalah melibatkan para penyuluh perikanan, yang berperan sebagai penghubung utama antara kebijakan pemerintah dan petambak lokal. Mereka memiliki peran vital dalam menyebarkan teknologi, memberikan bimbingan teknis, serta menghubungkan petambak dengan program nasional dan akses pasar baru.
Sebagai bagian dari upaya ini, pada 16–17 September 2025 telah dilaksanakan pelatihan selama dua hari yang melibatkan lebih dari 100 penyuluh perikanan dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan tersebut tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung dari para ahli dan praktisi yang berbagi manfaat sekaligus tantangan dalam penerapan TPSF dan Selva Shrimp.
Perjalanan tidak berhenti sampai di sini. Dalam beberapa bulan mendatang, para penyuluh juga akan diundang ke lokasi proyek ketika siklus budidaya dimulai kembali, agar dapat menyaksikan dan terlibat langsung di lapangan. Dengan begitu, mereka akan lebih siap membimbing petambak untuk mengadopsi praktik berkelanjutan ini.
Dengan dukungan mitra internasional dan jaringan nasional, program ini menargetkan kebangkitan kembali posisi Indonesia sebagai salah satu produsen udang terkemuka dunia, sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan dan ketahanan ekonomi.

