
GQSP Indonesia, Jakarta - Pada tanggal 11–12 Juni 2025, pelatihan intensif selama dua hari berhasil mempertemukan 30 pelatih mutu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memperdalam pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip kebersihan dan keamanan pangan yang selaras dengan standar internasional untuk produk perikanan. Pelatihan ini diselenggarakan atas kerja sama dengan UNIDO – GQSP Indonesia, dengan tenaga ahli yang memandu sesi pelatihan bersama fasilitator dari KKP.
Program ini tidak hanya berfokus pada dasar-dasar teoretis keamanan pangan, tetapi juga pada penerapan praktis dari sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points)—sebuah standar yang diakui secara global untuk menjamin keamanan produk pangan.
Salah satu sorotan utama pelatihan ini adalah kerja kelompok yang bersifat praktis. Para peserta dibagi ke dalam 10 kelompok kerja, di mana masing-masing kelompok ditugaskan untuk mengembangkan panduan mutu berbasis HACCP untuk jenis produk perikanan yang berbeda. Adapun produk yang dikaji meliputi:
- Tuna beku
- Ikan kayu (ikan serut kering)
- Karagenan
- Kepiting kalengan
- Siomay
- Bandeng tulang lunak
- Keripik ikan
- Fillet nila
- Ikan teri kering
- Ebi furai (udang goreng tepung)

Pada hari kedua, masing-masing kelompok mempresentasikan rancangan panduan mutu mereka di hadapan panel evaluator dan menerima masukan konstruktif untuk menyempurnakan hasil kerja mereka. Panduan-panduan ini akan menjadi alat penting bagi para pelatih dalam menjalankan tugas mereka ke depan, yaitu memberikan pembinaan langsung dan pendampingan teknis kepada UKM pengolahan ikan di seluruh Indonesia.
Dengan memperkuat kapasitas nasional dalam penerapan HACCP, inisiatif ini turut mendukung komitmen Indonesia dalam meningkatkan mutu, keamanan, dan daya saing produk perikanan di pasar domestik maupun internasional.
