Lewati ke konten
GQSP Indonesia

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Pengembangan Rantai Nilai Ulva di Gunungkidul, Yogyakarta

BlogTim GQSP Indonesia

Yogyakarta (12/25), Upaya untuk memperkuat rantai nilai rumput laut Ulva di Gunungkidul terus menunjukkan hasil yang menjanjikan seiring berlanjutnya kolaborasi antara GQSP Indonesia dan PT Winner Perkasa Indonesia Unggul (WPIU). Diluncurkan pada Mei 2024, inisiatif ini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, khususnya dalam memperkuat mata pencaharian dan mempercepat pemberdayaan masyarakat setempat.

Proyek ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis masyarakat pesisir, sehingga mereka mampu melakukan diversifikasi produk Ulva dan memperluas peluang pasar. Perkembangan tersebut telah memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif, terutama bagi perempuan dan produsen skala kecil yang kini terlibat lebih aktif dalam rantai nilai.

Berbagai upaya signifikan telah dilakukan untuk meningkatkan hasil budidaya Ulva. Dalam kegiatan budidaya yang berlangsung di Rumah Belajar Usaha (RBU) atau Entrepreneurship Learning Hub, diterapkan perlakuan sinar UV pada bak penampungan air selain sistem filtrasi yang sudah ada, guna meminimalkan risiko serangan hama dan penyakit. Penerapan bio-stimulan berbasis rumput laut juga terbukti meningkatkan performa pertumbuhan serta menghasilkan warna hijau cerah yang sesuai dengan permintaan pasar. Ulva hasil panen kini dipasok ke industri kosmetik karena memiliki risiko kontaminasi logam berat yang lebih rendah dibandingkan Ulva yang dipanen dari alam.

Proyek ini juga telah memperluas fasilitas pengolahan dari RBU Pantai Pok Tunggal Barat ke desa tetangga, Cingkrang, dengan mempertimbangkan potensi Keripik Ulva sebagai produk baru untuk meningkatkan mata pencaharian masyarakat. Dalam berbagai diskusi, Kepala Desa dan Kepala Desa Wisata Cingkrang menyampaikan dukungan yang kuat terhadap pengembangan ini serta mengapresiasi inisiatif UNIDO. Mereka berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan dan memperluas proyek dengan mengaitkan pengembangan Ulva dengan pertumbuhan pariwisata dan pembangunan jangka panjang.

Salah satu dampak paling menonjol dari proyek ini adalah pemberdayaan perempuan. Perempuan yang sebelumnya bergantung pada pariwisata musiman atau peran domestik kini memperoleh mata pencaharian yang lebih stabil, keahlian teknis, serta keterampilan kewirausahaan. Pelatihan dalam produksi, pengendalian mutu, dan manajemen tidak hanya meningkatkan kualitas hidup individu, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap dinamika keluarga. Peningkatan pendapatan telah meringankan beban rumah tangga, meningkatkan rasa percaya diri, dan mendorong kesejahteraan yang lebih baik di dalam komunitas.

Proyek ini menunjukkan bahwa inovasi, penguatan kapasitas teknis, dan keterlibatan masyarakat mampu meningkatkan mata pencaharian lokal serta mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan. Melalui dukungan teknis dalam praktik budidaya, standarisasi produksi dan pengemasan, diversifikasi produk, serta pembangunan fasilitas pengolahan, inisiatif ini telah membuka peluang ekonomi dan menciptakan jalur pembangunan berkelanjutan dalam jangka panjang. Yang terpenting, pemberdayaan perempuan dan produsen skala kecil membuktikan bahwa pendekatan yang inklusif mampu menghasilkan manfaat sosial-ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga

Blog19 Des 2025

Jakarta (12/25) , Rumput laut telah ditetapkan sebagai salah satu komoditas prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, seiring dengan perannya yang strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Sejumlah Focus Group Discussions (FGD) telah diselenggarakan dengan melibatkan para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pengembangan rumput laut di sepanjang rantai nilai, mulai dari hulu hingga hilir.

Blog5 Sep 2025

Sebagai upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN SDGs) - khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut) - serta menanggapi semakin berkurangnya hutan mangrove di Kalimantan Utara akibat pembukaan tambak udang, dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap udang yang dibudidayakan secara bertanggung jawab, UNIDO bersama Blueyou melalui program Global Quality and Standards Programme (GQSP) IndonesiaFase 2 mendorong budidaya polikultur udang berkelanjutan terintegrasi dengan mangrove yang dikenal dengan nama “Selva Shrimp” .

Blog22 Nov 2024

Program Global Quality and Standards (GQSP) Indonesia Fase 2 mempromosikan rumput laut Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasar. Portofolio produk dipamerkan di acara Salon International de l'Alimentation (SIAL) Interfood 2024 di Jakarta, bekerja sama dengan Jaringan Inovasi Rumput Laut Tropis (TSIN), KKP, dan program ini berpartisipasi dalam Paviliun Rumput Laut Indonesia yang dikelola oleh ASTRULI.

Berlangganan kabar terbaru

Dapatkan informasi berkala seputar mutu dan standar perikanan.