Lewati ke konten
GQSP Indonesia

Pemberdayaan Perempuan dan UMKM di Semarang: Perjalanan Menuju Pengembangan dan Inovasi Rantai Nilai Ikan Bandeng

BlogTim GQSP Indonesia

Semarang , GQSP Indonesia (10/03/2024) - Di Semarang, Jawa Tengah, sebuah inisiatif telah dilaksanakan untuk mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) dalam sektor pengolahan bandeng. Melalui kolaborasi antara GQSP (Global Quality and Standards Programme) yang diwakili oleh Ibu Novia Priyana dan Bapak Mumfaizin, Universitas Negeri Semarang (UNNES), serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Semarang, program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis pelaku usaha dalam memenuhi standar keamanan pangan dan mendapatkan sertifikasi penting seperti Good Manufacturing Practice (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), dan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Gap Assessment  untuk Pengembangan Kapasitas

Langkah awal dari program ini adalah melakukan penilaian kesenjangan (gap assessment) selama tiga hari (8 – 10 Maret 2024) pada 10 UKM pengolahan bandeng di Semarang. Penilaian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi saat ini dari proses produksi para pelaku usaha dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Hasil dari penilaian ini akan digunakan untuk merancang program pengembangan kapasitas yang sesuai, sehingga para UMKM dapat memenuhi persyaratan keamanan pangan dan memperoleh sertifikasi yang dibutuhkan. Program ini memberikan perhatian khusus pada sertifikasi GMP dan HACCP, yang semakin penting dalam meningkatkan kepercayaan pembeli dan memperluas akses pasar, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Fokus pada Pemberdayaan Perempuan

Dari 10 UMKM yang terpilih, 9 di antaranya dipimpin oleh perempuan. Hal ini menunjukkan komitmen program untuk memberdayakan perempuan dalam sektor pengolahan bandeng. Dengan memberikan dukungan dan pelatihan yang dibutuhkan, program ini berupaya membantu pengusaha perempuan untuk mengembangkan bisnis mereka dan bersaing di pasar yang lebih luas. Dukungan terhadap para pengusaha perempuan ini tidak hanya berdampak pada perkembangan bisnis mereka, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi komunitas lokal, mengingat perempuan sering kali memainkan peran kunci dalam mengelola keuangan keluarga dan bisnis.

Kunjungan ke UPI pengolah bandeng untuk melakukan assesment

Inovasi dan Dukungan dari UNNES

Sebagai mitra utama, UNNES memainkan peran penting dalam memberikan dukungan teknis kepada para pengolah bandeng. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penyediaan 15 alat presto untuk membantu UMKM dalam mengontrol waktu dan suhu pemasakan, yang merupakan faktor krusial dalam menjaga kualitas dan keamanan produk. Selain itu, UNNES juga melibatkan pelatih kualitas lokal dan mahasiswa dalam proses pengembangan kapasitas. Ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada para mahasiswa dalam membantu UMKM, tetapi juga membangun jembatan antara dunia akademis dan kebutuhan industri.

Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

Kolaborasi antara GQSP Indonesia, UNNES, dan DKP Semarang ini merupakan langkah signifikan dalam membantu UMKM pengolahan bandeng di Semarang untuk mencapai sertifikasi keamanan pangan dan meningkatkan daya saing produk mereka. Melalui dukungan yang tepat, para pengusaha, terutama perempuan, dapat lebih siap menghadapi tantangan industri dan membuka akses ke pasar yang lebih besar.

Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk bandeng yang dihasilkan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Tengah. Dengan fokus pada peningkatan kapasitas dan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan, program ini membantu mendorong UMKM lokal menuju masa depan yang lebih cerah dan kompetitif.

Grup foto UNNES, DKP Semarang, GQSP Indonesia dan 10 UPI  bandeng terpilih

Baca juga

Blog19 Des 2025

Jakarta (12/25) , Rumput laut telah ditetapkan sebagai salah satu komoditas prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, seiring dengan perannya yang strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Sejumlah Focus Group Discussions (FGD) telah diselenggarakan dengan melibatkan para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pengembangan rumput laut di sepanjang rantai nilai, mulai dari hulu hingga hilir.

Blog2 Des 2025

Yogyakarta (12/25), Upaya untuk memperkuat rantai nilai rumput laut Ulva di Gunungkidul terus menunjukkan hasil yang menjanjikan seiring berlanjutnya kolaborasi antara GQSP Indonesia dan PT Winner Perkasa Indonesia Unggul (WPIU). Diluncurkan pada Mei 2024, inisiatif ini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, khususnya dalam memperkuat mata pencaharian dan mempercepat pemberdayaan masyarakat setempat.

Blog5 Sep 2025

Sebagai upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN SDGs) - khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut) - serta menanggapi semakin berkurangnya hutan mangrove di Kalimantan Utara akibat pembukaan tambak udang, dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap udang yang dibudidayakan secara bertanggung jawab, UNIDO bersama Blueyou melalui program Global Quality and Standards Programme (GQSP) IndonesiaFase 2 mendorong budidaya polikultur udang berkelanjutan terintegrasi dengan mangrove yang dikenal dengan nama “Selva Shrimp” .

Berlangganan kabar terbaru

Dapatkan informasi berkala seputar mutu dan standar perikanan.